0

Adu Spek Mesin BMW 535i M Sport Dan Mercedes-Benz E400 AMG

Posted: 29 January 2014 Viewed 2,158 times
Jakarta, BosMobil.com - Baik BMW 535i M Sport maupun Mercedes-Benz E400 AMG keduanya baru saja diluncurkan Januari 2014 ini. Dimanapun keberadaannya, BMW Seri 5 dan Mercedes-Benz E-Class merupakan pemain di kelas yang serupa. Lebih mengerucut, varian M Sport dan AMG adalah versi kencang di masing-masing kelas.

Spesifikasi mesin pun terbilang mirip, yaitu sama-sama menggunakan mesin bensin dengan piston 6 buah dan kapasitas mesin pembulatan 3.0L. Hanya saja formasinya berbeda, jika BMW dibuat segaris, maka Mercedes-Benz dibuat berhadapan atau “V Engine”.
Teknologi pendukung yang disematkankedua mobil Jerman ini juga sama-sama menggunakan rumah keong atau turbo.  Dimana BMW 535i M Sport menggunakan TwinPower Turbo dan Twin-Scroll Turbocharger, dan Mercedes-Benz E400 AMG menggunakan Bi-Turbo.
BMW Seri 5 2014
Bagaimana hasilnya? Yup, berdasarkan data yang ada, tenaga BMW 535i M Sport memliki daya maksimum 306 HP dan torsi 400 Nm, sementara Mercedes-Benz E400 AMG lebih unggul yaitu 333 HP dan torsi 480 Nm. Kecepatan maksimum sama-sama diklaim 250 km/jam. Sementara akselrasi 0-100 meter dipegang E400 yang dapat melaju 5,3 detik.
Kemudian Mercedes-Benz E400 AMG mengeluarkan kadar emisi CO2 yang lebih rendah, yaitu 185-175 gr/km, dan 535i M Sport 177 gr/km. Sementara itu, untuk konsumsi bahan bakar Mercedes-Benz E400 AMG diklaim 7.9-7.5liter/100km atau sekitar 13,3 liter/km, dan BMW 535i M Sport 13,2 liter/km.
Mercedes-Benz E400 AMG
Nah, buat harga juga mirip-mirip. BMW 535i M Sport dipatok Rp. 1.298.000.000, sedangkan Mercedes-Benz E400 AMG dijual dengan harga Rp 1.269.000.000 (keduanya off the road). Sisanya, selera Anda...

1

Mengenal Keunggulan Ban Bridgestone Ecopia MPV-1

Posted: 30 January 2014 Viewed 2,247 times
BosMobil.com - PT. Brigestone Tire Indonesia mengklaim bahwa ban terbaru mereka, Bridgestone Ecopia MPV-1 dapat mengatasi 3 masalah utama pada mobil MPV, yaitu hilangnya traksi, habisnya ban yang tidak merata, dan konsumsi bahan bakar yang tidak efektif. Lantas, apa saja yang sudah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut? Berikut ulasan singkatnya.
Bridgestone Ecopia MPV-1
Bridgestone Ecopia MPV-1 menerapkan pola asimetris pada bannya untuk mengatasi persoalan dengan dua sisi pola yang berbeda (sisi dalam dan sisi luar). Sisi dalam mengaplikasijan alur slot pada daerah pundak ban sebelah dalam untuk mencegah keausan ban yang tidak merata pada saat bersamaan memberikan traksi yang lebih baik pada saat kendaraan penuh dengan penumpang dan barang awaannya. Sementara itu pola sisi luar diperkuat dengan blok pundak yang lebih lebar sehingga mampu meningkatkan stablitas dan pengendalian yang langsung pada saat menikung.
Bridgestone Ecopia MPV-1
Tak hanya itu, Bridgestone Ecopia MPV-1 telah menerapkan fitur unik pada sisi dalam dan sisi luar ban yang mampu mengatasi gejala ban mengalami side skid (tekanan pada sisi samping/dinding ban pada saat berkendara di jalanan yang tidak normal) sehingga mampu meningkatkan kestabilan dan respon yang lebih baik kepada pengendara.
Bridgestone Ecopia MPV-1
Dengan desain dan konstruksi yang telah dibuat sedemikian rupa, Bridgestone Ecopia MPV-1 pun telah memiliki hambatan gulir yang rendah sehingga dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa harus mengurangi perfoma ban.
Bridgestone Ecopia MPV-1
Pencapaian tersebut tidak lepas dari bahan yang digunakan Bridgestone. Dengan melakukan pengembangan materi khusus, maka koefisien hambatan gulir berhasil diturunkan dengan mengurangi hilangnya energi pada puncak kompon selama bergulirnya ban. Kesemuanya dikombinasikan dengan tapak ban yang menghubungkan blok dan rib yang tipis sehingga meningkatkan tekanan kontak ban dengan jalan serta pengereman saat kondisi basah.

0

Tips Singkat Dari Rifat Hadapi Mobil Yang Mogok Karena Banjir

Posted: 30 January 2014 Viewed 1,796 times
Jakarta, BosMobil.com - Intensitas hujan yang semakin meningkat menjadikan jalanan di berbagai lokasi di Indonesia beberapa hari ini mengalami kebanjiran. Walau begitu, tidak sedikit warga yang tetap memaksakan kendaraan mereka untuk melintasi banjir. Akibatnya, tidak sedikit dari mereka yang terpaksa merelakan kendaraannya mengalami mogok. Kalau sudah begitu, lantas bagaimana langkah yang harus dilakukan?
Banjir Jakarta
Rifat Sungkar, pemerhati otomotif indonesia pun memberikan sedikit tips untuk mengatasi mobil mogok akibat banjir, agar tidak semakin parah. Menurut dia, sedikitnya ada 3 poin utama yang harus diperhatikan.
1. Periksa filter kendaraan udara. Filter udara ini memiliki fungsi sebagai penyaring dan pembuang debu dari udara yang akan masuk ke mesin. Bila filter dalam kondisi kering maka akan berfungsi dengan baik, namun bila kondisi basah maka akan berfungsi sebaliknya. Kondisi ini dapat menyebabkan mobil mogok atau setidaknya mesin tidak berfungsi maksimal.
2. Periksa kabel busi kendaraan. Meski kebanyakan kendaraan sekarang telah dilengkapi dengan kabel busi yang anti air, namun tidak menutup kemungkinan air dapat masuk melalui sela-sela kabel. Apabila ternyata kabel busi basah, hal pertama yang dapat dilakukan adalah ditiup hingga kering sehingga kendaraan dapat menyala kembali.
3. Apabila banjir yang dilewati cukup tinggi, maka ada kemungkinan ECU (Electronic Control Unit) kendaraan terendam air. Dalam keadaan seperti ini, sebaiknya jangan mencoba untuk menghidupkan kembali kendaraan Anda, karena besar kemungkinan akan menyebabkan korsleting di sistem kelistrikan. Kendaraan sekarang, biasanya sistem kelistrikannya sudah terintegrated, sehingga akibat satu kerusakan, bisa menyebabkan kerusakan komponen yang lain. Dalam kasus seperti ini, sebaiknya kendaraan diusahakan langsung dibawa ke bengkel untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Rifat Sungkar mengatakan bahwa untuk menghadapi kendaraan yang mogok, pengendara tidak boleh panik. ”Pengendara harus tetap tenang, sehingga bisa melihat permasalahan kendaraan dengan lebih baik dan mengambil keputusan yang tepat,” ucap pria yang baru dikaruniai seorang putra bernama El Mayka Rifat Sungkar pada 25 Januari 2014 kemarin.
Tak hanya itu, ia pun mengingatkan agar bahan bakar kendaraan dalam kondisi yang cukup. “Biasanya kalau sudah hujan, ada genangan air dan banjir, maka jalanan akan macet. Kalau bensin kita sedikit, maka kita juga akan was-was takut bensin habis pada saat terjebak kemacetan. Maka sebaiknya, kalau Anda bepergian pada saat hujan, sebaiknya bensin Anda harus ada lebih dari setengah. Anda pasti tidak berniat untuk mendorong kendaraan di saat banjir karena kehabisan bensin kan?” pungkas Rifat

0

KIA Akan Pamerkan Sistem Hybrid Terbaru Di Geneva

Posted: 14 February 2014 Viewed 1,334 times
BosMobil.com - Pameran Geneva Motor Show rupanya menjadi ajang pamer produk terbaru bagi beberapa produsen mobil. Salah satunya KIA yang akan pamerkan kepada konsumen untuk sistem hybrid terbarunya.
KIA Hybrid Geneva Motor Show
Seperti dilansir worldcarfans, sistem hybrid yang akan dipamerkan KIA ini benar-benar berbeda dengan sistem hybrid mobil lainnya. Dikembangkan di Eropa, sistem hybrid ini terdiri dari mesin, penggerak motor listrik dan baterai karbon 48V.
Spesifikasi secara detail memang belum dibocorkan oleh KIA. Namun sistem hybrid ini dikatakan bisa menjalankan mobil dengan mode listrik saat kecepatan rendah maupun mode cruising. Kemudian lagi, memiliki fungsi start/stop dan electric supercharger untuk meningkatkan tenaga dan torsi saat kecepatan rendah.

0

Overview

Jakarta, BosMobil.com - Belum 1 tahun diperkenalkan varian MPV ini, rupanya PT. Mazda Motor Indonesia (MMI) ingin melengkapi produk yang telah dilengkapi dengan Skyactiv. Tentu saja MMI meluncurkan Mazda Biante Skyactiv pada gelaran IIMS 2013 lalu.
Mazda Biante Skyactiv Review
Hal ini melengkapi line up MMI yang sudah ditunjang dengan teknologi Skyactiv, yaitu Mazda6 dan Mazda CX-5. Tentu saja selain teknologi yang disematkan, Mazda Biante Skyactiv juga disematkan fitur-fitur yang membuat si MPV stylish ini semakin menarik.
Mazda Biante Skyactiv Review
Apa saja yang ‘menarik-menarik’ tersebut? Yuk disimak satu persatu…

0
BosMobil - Puas menyinggung masalah keyamanan serta kelapangan kabin (klik disini) yang menjadi unsur kelebihan dari Honda Mobilio, giliran membahas mengenai sisi driving pleasure serta performa yang juga diklaim memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan para kompetitor.

Sebagai pemain baru, Honda cukup piawai menyiapkan Mobilio melawan rival-rivalnya. Dari desain eksterior saja Mobilio hadir sebagai low MPV yang cukup modern tanpa mengusung konsep boxy tapi lebih mengacu padanan desain kompak dengan tampilan yang sedap dipandang, namun begitu sisi kelapangannya tetap tersaji dengan baik. Lalu bagiamana dengan sensasi berkendara serta performanya, langsung simak hasil penuturan redaksi selama dua hari intim bersama Mobilio di Kota Gudeg - Yogyakarta.

Hari pertama redaksi diberi kesempatan untuk menjajal varian Honda Mobilio bertransmisi manual. Masuk keruang pengemudi kesan lapang sudah bisa dirasakan, sedangkan tampilan dashboardnya pun tak berbeda jauh dengan Honda Brio. Tak perlu lama untuk beradapatasi mencari posisi duduk yang nyaman, dengan desain jok ala bucket seat yang mengikuti lekuk tubuh serta hadirnya fitur tilt steering untuk menyeting posisi kemudi yang pas memberikan kenyamanan tersendiri saat mengendarainya.  Nyalakan mesin suara halus pun terdengar hingga dalam kabin dan rombongan siap mejelajah rute menuju kaliurang - Candi Prambanan di hari pertama.

Perpindahan gigi cukup halus, bila ada yang pernah menjajal Honda Jazz manual rasanya tidak jauh berbeda dengan Mobilio ini. Visibilitas memang tak selapang dengan Jazz atau Brio, namun pandangan kedepan,belakang dan samping masih dalam kategori baik. Responsif dan bertenaga, kesan itu yang redaksi dapatkan saat pertama menyicipi versi manual dari Mobilio.
Mengusung mesin 1.5L i-VTEC SOHC data di atas kertas menyatakan Mobilio mampu memberikan out-put sebesar 118 PS @6.600 rpm dengan torsi yang diklaim tertinggi dikelasnya yaitu 14,8 kg.m. Yup ...  digabungkan dengan perpindahan gigi yang lembut dari transmisi manual 5 percepatan ternyata untuk urusan tenaga tak perlu diragukan. Di putaran bawah tenaga sudah terasa sejak awal menekan gas, meski dalam kondisi konvoi yang cenderung rapat sehingga tak bisa merasakan performa diputaran atas, namun setidaknya indikasi awal sudah cukup membuktikan pernyataan sebelumnya.

Melibas jalur berliku dengan ruas jalan minim dipinggiran hamparan sawah menuju Kaliurang cukup mengasyikan dengan kemudi yang ringan berkat hadirnya Electrik Power Steering hingga memberikan sisi handling yang cukup smooth, bahkan dimensinya pun tak menyulitkan kala diajak bermanuver.

Kenikmatan berkendara dari sebuah low MPV makin terasa saat pindah menjajal versi Prestigenya yang merupakan varian tertinggi dikeluarga Mobilio pada hari ke-2, tak ada perbedaan dari sisi mesin hanya saja versi Prestige yang dibandrol sebesar Rp 198 juta memiliki kelebihan dari sisi aksesoriesnya seperti, pelek berdesain sporty, aksen krom dan headunit yang menggunakan LCD touchscreen.

Dilengkapi dengan transmisi CVT tenaganya pun tak kalah berbeda dengan versi manual, memang masalah responsif tetap lebih unggul versi manual tapi hal ini tentu bukan menjadi permasalahan besar bila mengingat statusnya sebagai MPV keluarga yang lebih mengutamakan kenyamanan dalam berkendara serta saat menjadi penumpang.
Ups, hampir lupa sisi responsif dari Mobilio tak hanya didapat dari performa dan besarnya torsi saja, melainkan juga berkat penggunaan pengerak roda depan yang membuatnya jauh lebih cepat berkaselerasi ketimbang pengerak roda belakang. Terkait masalah kenyamanan rupanya suspensi yang dianut Mobilio pun cukup mempuni dalam menjaga kestabilannya, hal ini terasa saat bermanuver sedikit tajam di jalan menuju Candi Borobudur, kaki-kaki yang dibekali suspensi MacPherson Strut dan H-shape Torsion Beam dibagian belakang membuatnya cukup rigid hingga si Mobilio pun mampu berseluncur dengan mulus melibas tikungan tajam.

Irit menjadi salah satu kelebihan dan keunggulan yang ditawarkan Honda pada Mobilio, sedikit disayangkan kami tak bisa mengeksplor lebih di sisi ini, mengingat padatnya rombongan juga kondisi stop 'n go layaknya diperkotaan. Tapi tak perlu begitu khawatir, mengingat Honda telah menyematkan banyak fitur pada Mobilio agar mampu menghasilkan tingkat konsumsi terbaik. Mulai dari Eco Indicator yang berfungsi sebagai acuan real time mengemudi yang hemat, Drive by wire sampai dengan Grade Logic Control + Shift Hold Control yang mengatur CVT pada varian matik agar lebih optimal saat melewati tanjakan maupun tikungan.

Hmm, so bagaimana menurut Anda, dibandrol dengan kisaran mulai dari Rp 159,5 - 198 juta apakah Mobilio cukup sempurna menjawab kebutuhan keluarga modern Indonesia.

0


BosMobil - Merefleksikan perkembangan dari generasi ke generasi, All New Toyota Vios yang resmi melenggang tahun bulan lalu memang memberikan sebuah taste baru yang berbeda dari sebelumnya. Hampir tak ada kesan bulat seperti generasi sebelumnya, mulai dari sisi depan dan samping semuanya dibuat lebih futuristik dengan garis tajam yang membuat impresinya lebih sporty.

Sudut-sudut lampu dan tampilan grill ala trapezoidal yang dikombinasikan dengan desain bumper baru yang menonjol dan memiliki lubang angin besar ternyata tak hanya berfungsi sebagai penjaga suhu mesin agar tetap stabil namun juga mendongkrak tampilan depannya lebih agresif, bahkan beberapa orang menggangapnya unik.

Ketajaman lain di aplikasikan pada kap mesin, kaca spion dan body samping yang mengentalkan aura futuristik, menjalar hingga bagian belakang melalui stop lamp yang telah di racik ulang. Sayangnya ini merupakan Vios Tipe E yang datang tanpa kelengkapan tipe G dengan absennya fog lamp serta aggresive new projection headlamp.

Selain mengejar tampilan yang fresh, Toyota juga mencoba untuk lebih friendly bagi penggunanya, hal ini ditunjukan saat kami mulai masuk ke dalam interiornya. Jok yang lebih rendah dan tatanan dashboard yang ergonomis sehingga pengendara lebih bisa menikmati kenyamanan dari sebuah sedan, sedangkan kelapangan kabin baik dari head room dan leg room rasanya tak perlu diragukan lagi. Tak hanya ruang yang lapang, visibilitanya pun turut lapang yang memberikan jarak pandang cukup baik berkat derajat kemiringan pilar A yang minim blind spot serta tatanan baru dari spidometer yang tak lagi berada ditengah melainkan secara konvensional.

Aura mewah tatap diusung dengan balutan kulit hitam yang menutupi sisi dashboard lengkap dengan motif jahitan hingga gagang kemudinya yang memberikan ambince agresif dan modern, secara tak langsung hal ini menunjukan Vios kini tampil lebih berkelas, tak salah bila kami merujuknya menjadi salah satu pilihan sedan modern di kelas mid-size.


Not only that, bagi keluarga modern yang mencari sisi berbeda dari kendaraan 7-seater sebagai mobil kelurga inti, New Toyota Vios tipe E A/T yang dibandrol sebesar Rp 258 juta ini pun mampu menjadi pilihannya. Menunjang perjalanan keluar kota, kelapangan bagasi Vios masih mampu diandalkan untuk menampung barang bawaan, sedangkan sisi hiburan meski belum menggunakan layar sentuh layaknya tipe G tapi ia telah dilengkapi dengan audio 2 DIN DVD MP3 USB yang tak kalah menghibur. Kenyamanan lain ditunjukan melalui banyaknya kompartemen serta sisi safety yang lengkap seperti Dual SRS Airbags sampai teknologi ABS, EBD, dan BA.
Mulai menghidupkan mesin 1.5L VVT-I yang sama dengan generasi sebelumnya dengan tenaga hingga 109 Ps dan torsi 14.4 Kgm sertan dukungan transmisi 4-percepatan otomatis yang kini melengkapi tipe E, Vios pun mulai berjalanan dengan hentakan yang cukup halus. Perbedaan terasa saat berada dikecepatan tinggi dan ketika melibas jalan berliku, dukungan desain yang lebih aerodinamis ditambah sasis yang lebih rigid membuatnya kian stabil saat malaju diputaran tinggi.
Tak membutuhkan waktu lama untuk Vios berakselerasi mencapai putara atas hanya dalam hitungan detik ia sudah mampu meladeni sisi agresif pengendaranya. Bahkan ketika berada dijalur perkotaan yang ramai lancar, ia beraksi menunjukan kelincahan handling menyalip beberapa kendaraan.

Overall tenaga yang baik serta handling yang smooth cukup menjadi modal New Toyota Vios, digunakan dalam kota maupun luar kota ia juga mampu untuk menyesuaikan kebutuhan penggunanya, apalagi ditambah nilai konsumsi bahan bakarnya yang tergolong irit. Meski Toyota mengedepankan tagline fuel saver speed maker, namun kami lebih melihatnya dari sudut pandang user friendly for family.