0

New Ford Fiesta EcoBoost 1.0 M/T : Lebih Responsif

Posted: 26 May 2014 Viewed 2,364 times
BosMobil - New Ford Fiesta EcoBoost 1.0-liter yang baru saja resmi diluncurkan PT Ford Motor Indonesia (FMI) memang banyak mengundang banyak rasa penasaran, pun demikian dengan kami yang tak habis-habisnya selalu ingin tahu kelemahan serta kelebihan dari New Ford Fiesta EcoBoost 1.0-liter.
New-Ford-Fiesta-EcoBoost-1.0
Begitu pun dengan New Ford Fiesta EcoBoost 1.0-liter yang kami uji kali ini. Jika beberapa waktu lalu kami diberi kesempatan mencicipi veris tranmsisi otomatisnya, maka yang kami tes drive kali ini merupakan New Ford Fiesta EcoBoost 1.0-liter bertransmisi manual. Secara fisik, baik dari luar maupun dari dalam nyaris tidak ada perbedaan dari dua New Ford Fiesta EcoBoost 1.0-liter yang kami review ini. Pembedaannya cuma ada di tuas transmisi, yang satu otomatis, yang satu lagi manual. Namun tentunya ada sensasi berbeda dari New Ford Fiesta EcoBoost 1.0-liter bertransmisi manual ini.

New-Ford-Fiesta-EcoBoost-1.0Mesin yang diusungnya tetap sama yakni 998 cc 3 silinder EcoBoost berdaya 123 hp dengan torsi 170 Nm yang sudah diraih sejak rpm 1.400-4.500. Tapi seperti yang sudah dijelaskan tadi, unit yang kami coba kali ini bukan berbekal transmisi PowerShift 6 percepatan melainkan manual 5-speed.
Tombol 'star n stop' di sisi kiri pengemudi masih menjadi akses untuk menyalakan dan mematikan mesin. Jika ingin menyalakan, maka terlebih dulu injak pedal kopling, lalu tekan tombol berbentuk lingkaran tersebut. Dalam sekejap mesin New Ford Fiesta EcoBoost 1.0-liter pun mulai menyala mulus tanpa adanya suara berlebih maupun getaran ke ruang kabin.
New-Ford-Fiesta-EcoBoost-1.0
Masuk ke posisi gigi 1, mobil mulai berjalan smooth, namun kami merasakan mesin seperti hendak kehilangan tenaga jika kopling dilepas separuh namun putaran mesin belum lebih dari 2.000 rpm. Gejala ini hilang jika pedal gas diinjak lebih dalam, dan efeknya mobil langsung melaju memperlihatkan bagaimana teknologi EcoBoost bekerja sempurna.
Pada versi transmisi manual ini Ford juga menyertakan New Ford Fiesta EcoBoost 1.0-liter dengan gear shift indicator pada instrument panel. Indikator ini akan muncul setelah putaran mesin lebih dari 3.500 rpm untuk memberikan petunjuk kepada pengemudi untuk menaikkan posisi gigi dengan lambang panah ke atas.
New-Ford-Fiesta-EcoBoost-1.0
Jika pada versi transmisi otomatis Anda harus menekan pedal gas lebih dalam, maka pada transmisi manual ini, pengaturan posisi gigi bisa disesuaikan dengan kebutuhan akselerasi Anda. Kami merasakannya jauh lebih responsif ketimbang versi matik. Bermanuver dikeramaian jalan utama Jakarta juga tak perlu lagi dipertanyakan. Sajian handling yang diberikan Ford pada New Ford Fiesta EcoBoost 1.0-liter masih sama dengan versi transmisi otomatisnya pun serupa dengan Fiesta terdahulu. Sigap, tapi tetap ringan kala dikendarai santai.
New-Ford-Fiesta-EcoBoost-1.0

Dengan banderol Rp 240,4 juta on the road Jakarta atau terpaut Rp 10 juta dengan versi transmisi otomatisnya Anda akan merasakan sensasi yang sama baiknya dari New Ford Fiesta EcoBoost 1.0-liter. Pilih mana?


0


BosMobil - Memiliki dimensi mungil baik dari desain maupun mesin sebagai city car seakan sudah menjadi keharusan, tapi bagaimana bila dimensi mungil serta kapasitas mesin yang kecil itu dituntut menghasilkan tenaga yang berlimpah ditambah lagi dengan kelapangan yang menghasilkan kenyamanan untuk penggunanya .... Hmm, hal ini pun dijawab langsung oleh New Honda Brio E 1.2 A/T.
Dilahirkan untuk memenuhi para penggunanya yang sebagian banyak beraktivitas di Ibu Kota baik sebagai pekerja kantoran maupun lifestyle anak muda, Brio 1.2 A/T datang dengan desain serupa dengan anggota keluarga lainnya seperti, Brio 1.3 maupun Brio Satya. Bedanya ia sudah dilengkapi dengan garnis chrome di sektor belakang juga rear wiper, selebihnya tetap sama dari sektor eksterior.
Lanjut ke interior, lagi-lagi hampir tak ada perbedaan. Tampilan mungil seakan terpatahkan saat duduk di balik kemudinya, rancangan desain yang apik membuat visibilitas depan sangat baik, sedangkan kenyamanan sudah dirasakan dari kelapangan ruang kaki dan kepala di baris depan yang dikolaborasikan melalui jok bertemakan semi bucket dengan head rest yang menyatu.
Masih sama dengan kasus sebelumnya, di baris ke-2 ruang kaki sedikit tak bersahabat bagi seukuran tubuh orang dewasa bila terlalu lama berada di dalam. Kecil-kecil cabe rawit, hal ini yang redaksi rasakan ketika mengajak Brio 1.2 E A/T ini sedikit jalan-jalan di dalam kota maupun menempuh perjalanan ke Bogor.
Dibekali mesin yang turun satu peringkat dari sebelumnya, 1.2 SOHC 4 silinder i-VTEC Brio memberikan kesan pertama yang mengagetkan dengan agresifnya respon di putaran bawah. Dari hasil data tertulis, Honda mengklaim Brio memiliki tenaga sebesar 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi 109 Nm pada 4.500 rpm, dan hasilnya sudah terasa sejak putaran bawah.
Makin mengasyikan lagi dengan transmisi otomatisnya yang disokong teknologi shift hold control, grade logic control juga sistem drive by wire yang menjamin mampu mengatur tenaga ditiap perpindahan giginya. Sedikit bermanuver dikemacetan Jakarta, tubuh mungilnya sangat menguntungkan kala meliuk-meliuk menyalib beberapa kendaraan, hal ini juga berkat dukungan kemudi beserta fitur electric power steering yang membuatnya smooth saat handling. Mulai dari Sunter - Kemayoran - Senayan hingga Cibubur menerjang kemacetan di jalur-jalur rawan, konsumsi yang didapatkan redaksi menyentuh angka 13,2 km/l dengan catatan berkemudi normal dan 2 orang penumpang tanpa barang.
Ingin merasakan performanya, Tol Jagorawi menjadi arena pengujian redaksi memacu tenaga yang ada pada Brio 1.2 A/T ini. Tanpa panjang lebar pedal gas langsung dibejek, serentak aliran tenaga langsung menyuplai ke kaki-kaki yang membuat si mungil ini melesat cepat. Putaran mesin lebih keluar kala perseneling di turunkan pada posisi S dibarengin dengan gemuruh dari balik kap mesin yang mulai masuk keruang kabin saat bermain di rpm 3.000 juga getaran pada kaki-kaki yang mambuat kami mengendorkan pedal gas.
Intinya, Brio mampu memberikan kejutan dari performanya meski hanya sejenak. Bukan hanya itu, saat menempuh perjalanan dengan beragam pola berkendara kami mencatat angka konsumsi 15,6 km/l, sedangkan saat konstan 100 km/jam ia mampu meyentuh hingga 20,8. Bagi pengendaranya tak perlu khawatir mencari posisi mengemudi yang efesien, karena Brio telah dilengkapi dengan indikator ECO yang menyala untuk mengindikasikan berkendara ekonomis.


0

Honda Brio E 1.2 A/T - Si Mungil Lincah

Posted: 28 May 2014 Viewed 634 times
BosMobil - Memiliki dimensi mungil baik dari desain maupun mesin sebagai city car seakan sudah menjadi keharusan, tapi bagaimana bila dimensi mungil serta kapasitas mesin yang kecil itu dituntut menghasilkan tenaga yang berlimpah ditambah lagi dengan kelapangan yang menghasilkan kenyamanan untuk penggunanya .... Hmm, hal ini pun dijawab langsung oleh New Honda Brio E 1.2 A/T.
Dilahirkan untuk memenuhi para penggunanya yang sebagian banyak beraktivitas di Ibu Kota baik sebagai pekerja kantoran maupun lifestyle anak muda, Brio 1.2 A/T datang dengan desain serupa dengan anggota keluarga lainnya seperti, Brio 1.3 maupun Brio Satya. Bedanya ia sudah dilengkapi dengan garnis chrome di sektor belakang juga rear wiper, selebihnya tetap sama dari sektor eksterior.
Lanjut ke interior, lagi-lagi hampir tak ada perbedaan. Tampilan mungil seakan terpatahkan saat duduk di balik kemudinya, rancangan desain yang apik membuat visibilitas depan sangat baik, sedangkan kenyamanan sudah dirasakan dari kelapangan ruang kaki dan kepala di baris depan yang dikolaborasikan melalui jok bertemakan semi bucket dengan head rest yang menyatu.
Masih sama dengan kasus sebelumnya, di baris ke-2 ruang kaki sedikit tak bersahabat bagi seukuran tubuh orang dewasa bila terlalu lama berada di dalam. Kecil-kecil cabe rawit, hal ini yang redaksi rasakan ketika mengajak Brio 1.2 E A/T ini sedikit jalan-jalan di dalam kota maupun menempuh perjalanan ke Bogor.
Dibekali mesin yang turun satu peringkat dari sebelumnya, 1.2 SOHC 4 silinder i-VTEC Brio memberikan kesan pertama yang mengagetkan dengan agresifnya respon di putaran bawah. Dari hasil data tertulis, Honda mengklaim Brio memiliki tenaga sebesar 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi 109 Nm pada 4.500 rpm, dan hasilnya sudah terasa sejak putaran bawah.
Makin mengasyikan lagi dengan transmisi otomatisnya yang disokong teknologi shift hold control, grade logic control juga sistem drive by wire yang menjamin mampu mengatur tenaga ditiap perpindahan giginya. Sedikit bermanuver dikemacetan Jakarta, tubuh mungilnya sangat menguntungkan kala meliuk-meliuk menyalib beberapa kendaraan, hal ini juga berkat dukungan kemudi beserta fitur electric power steering yang membuatnya smooth saat handling. Mulai dari Sunter - Kemayoran - Senayan hingga Cibubur menerjang kemacetan di jalur-jalur rawan, konsumsi yang didapatkan redaksi menyentuh angka 13,2 km/l dengan catatan berkemudi normal dan 2 orang penumpang tanpa barang.
Ingin merasakan performanya, Tol Jagorawi menjadi arena pengujian redaksi memacu tenaga yang ada pada Brio 1.2 A/T ini. Tanpa panjang lebar pedal gas langsung dibejek, serentak aliran tenaga langsung menyuplai ke kaki-kaki yang membuat si mungil ini melesat cepat. Putaran mesin lebih keluar kala perseneling di turunkan pada posisi S dibarengin dengan gemuruh dari balik kap mesin yang mulai masuk keruang kabin saat bermain di rpm 3.000 juga getaran pada kaki-kaki yang mambuat kami mengendorkan pedal gas.
Intinya, Brio mampu memberikan kejutan dari performanya meski hanya sejenak. Bukan hanya itu, saat menempuh perjalanan dengan beragam pola berkendara kami mencatat angka konsumsi 15,6 km/l, sedangkan saat konstan 100 km/jam ia mampu meyentuh hingga 20,8. Bagi pengendaranya tak perlu khawatir mencari posisi mengemudi yang efesien, karena Brio telah dilengkapi dengan indikator ECO yang menyala untuk mengindikasikan berkendara ekonomis.


0

Honda Brio E 1.2 A/T - Si Mungil Lincah

Posted: 28 May 2014 Viewed 634 times
BosMobil - Memiliki dimensi mungil baik dari desain maupun mesin sebagai city car seakan sudah menjadi keharusan, tapi bagaimana bila dimensi mungil serta kapasitas mesin yang kecil itu dituntut menghasilkan tenaga yang berlimpah ditambah lagi dengan kelapangan yang menghasilkan kenyamanan untuk penggunanya .... Hmm, hal ini pun dijawab langsung oleh New Honda Brio E 1.2 A/T.
Dilahirkan untuk memenuhi para penggunanya yang sebagian banyak beraktivitas di Ibu Kota baik sebagai pekerja kantoran maupun lifestyle anak muda, Brio 1.2 A/T datang dengan desain serupa dengan anggota keluarga lainnya seperti, Brio 1.3 maupun Brio Satya. Bedanya ia sudah dilengkapi dengan garnis chrome di sektor belakang juga rear wiper, selebihnya tetap sama dari sektor eksterior.
Lanjut ke interior, lagi-lagi hampir tak ada perbedaan. Tampilan mungil seakan terpatahkan saat duduk di balik kemudinya, rancangan desain yang apik membuat visibilitas depan sangat baik, sedangkan kenyamanan sudah dirasakan dari kelapangan ruang kaki dan kepala di baris depan yang dikolaborasikan melalui jok bertemakan semi bucket dengan head rest yang menyatu.
Masih sama dengan kasus sebelumnya, di baris ke-2 ruang kaki sedikit tak bersahabat bagi seukuran tubuh orang dewasa bila terlalu lama berada di dalam. Kecil-kecil cabe rawit, hal ini yang redaksi rasakan ketika mengajak Brio 1.2 E A/T ini sedikit jalan-jalan di dalam kota maupun menempuh perjalanan ke Bogor.
Dibekali mesin yang turun satu peringkat dari sebelumnya, 1.2 SOHC 4 silinder i-VTEC Brio memberikan kesan pertama yang mengagetkan dengan agresifnya respon di putaran bawah. Dari hasil data tertulis, Honda mengklaim Brio memiliki tenaga sebesar 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi 109 Nm pada 4.500 rpm, dan hasilnya sudah terasa sejak putaran bawah.
Makin mengasyikan lagi dengan transmisi otomatisnya yang disokong teknologi shift hold control, grade logic control juga sistem drive by wire yang menjamin mampu mengatur tenaga ditiap perpindahan giginya. Sedikit bermanuver dikemacetan Jakarta, tubuh mungilnya sangat menguntungkan kala meliuk-meliuk menyalib beberapa kendaraan, hal ini juga berkat dukungan kemudi beserta fitur electric power steering yang membuatnya smooth saat handling. Mulai dari Sunter - Kemayoran - Senayan hingga Cibubur menerjang kemacetan di jalur-jalur rawan, konsumsi yang didapatkan redaksi menyentuh angka 13,2 km/l dengan catatan berkemudi normal dan 2 orang penumpang tanpa barang.
Ingin merasakan performanya, Tol Jagorawi menjadi arena pengujian redaksi memacu tenaga yang ada pada Brio 1.2 A/T ini. Tanpa panjang lebar pedal gas langsung dibejek, serentak aliran tenaga langsung menyuplai ke kaki-kaki yang membuat si mungil ini melesat cepat. Putaran mesin lebih keluar kala perseneling di turunkan pada posisi S dibarengin dengan gemuruh dari balik kap mesin yang mulai masuk keruang kabin saat bermain di rpm 3.000 juga getaran pada kaki-kaki yang mambuat kami mengendorkan pedal gas.
Intinya, Brio mampu memberikan kejutan dari performanya meski hanya sejenak. Bukan hanya itu, saat menempuh perjalanan dengan beragam pola berkendara kami mencatat angka konsumsi 15,6 km/l, sedangkan saat konstan 100 km/jam ia mampu meyentuh hingga 20,8. Bagi pengendaranya tak perlu khawatir mencari posisi mengemudi yang efesien, karena Brio telah dilengkapi dengan indikator ECO yang menyala untuk mengindikasikan berkendara ekonomis.


0

Honda Brio E 1.2 A/T - Si Mungil Lincah

Posted: 28 May 2014 Viewed 634 times
BosMobil - Memiliki dimensi mungil baik dari desain maupun mesin sebagai city car seakan sudah menjadi keharusan, tapi bagaimana bila dimensi mungil serta kapasitas mesin yang kecil itu dituntut menghasilkan tenaga yang berlimpah ditambah lagi dengan kelapangan yang menghasilkan kenyamanan untuk penggunanya .... Hmm, hal ini pun dijawab langsung oleh New Honda Brio E 1.2 A/T.
Dilahirkan untuk memenuhi para penggunanya yang sebagian banyak beraktivitas di Ibu Kota baik sebagai pekerja kantoran maupun lifestyle anak muda, Brio 1.2 A/T datang dengan desain serupa dengan anggota keluarga lainnya seperti, Brio 1.3 maupun Brio Satya. Bedanya ia sudah dilengkapi dengan garnis chrome di sektor belakang juga rear wiper, selebihnya tetap sama dari sektor eksterior.
Lanjut ke interior, lagi-lagi hampir tak ada perbedaan. Tampilan mungil seakan terpatahkan saat duduk di balik kemudinya, rancangan desain yang apik membuat visibilitas depan sangat baik, sedangkan kenyamanan sudah dirasakan dari kelapangan ruang kaki dan kepala di baris depan yang dikolaborasikan melalui jok bertemakan semi bucket dengan head rest yang menyatu.
Masih sama dengan kasus sebelumnya, di baris ke-2 ruang kaki sedikit tak bersahabat bagi seukuran tubuh orang dewasa bila terlalu lama berada di dalam. Kecil-kecil cabe rawit, hal ini yang redaksi rasakan ketika mengajak Brio 1.2 E A/T ini sedikit jalan-jalan di dalam kota maupun menempuh perjalanan ke Bogor.
Dibekali mesin yang turun satu peringkat dari sebelumnya, 1.2 SOHC 4 silinder i-VTEC Brio memberikan kesan pertama yang mengagetkan dengan agresifnya respon di putaran bawah. Dari hasil data tertulis, Honda mengklaim Brio memiliki tenaga sebesar 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi 109 Nm pada 4.500 rpm, dan hasilnya sudah terasa sejak putaran bawah.
Makin mengasyikan lagi dengan transmisi otomatisnya yang disokong teknologi shift hold control, grade logic control juga sistem drive by wire yang menjamin mampu mengatur tenaga ditiap perpindahan giginya. Sedikit bermanuver dikemacetan Jakarta, tubuh mungilnya sangat menguntungkan kala meliuk-meliuk menyalib beberapa kendaraan, hal ini juga berkat dukungan kemudi beserta fitur electric power steering yang membuatnya smooth saat handling. Mulai dari Sunter - Kemayoran - Senayan hingga Cibubur menerjang kemacetan di jalur-jalur rawan, konsumsi yang didapatkan redaksi menyentuh angka 13,2 km/l dengan catatan berkemudi normal dan 2 orang penumpang tanpa barang.
Ingin merasakan performanya, Tol Jagorawi menjadi arena pengujian redaksi memacu tenaga yang ada pada Brio 1.2 A/T ini. Tanpa panjang lebar pedal gas langsung dibejek, serentak aliran tenaga langsung menyuplai ke kaki-kaki yang membuat si mungil ini melesat cepat. Putaran mesin lebih keluar kala perseneling di turunkan pada posisi S dibarengin dengan gemuruh dari balik kap mesin yang mulai masuk keruang kabin saat bermain di rpm 3.000 juga getaran pada kaki-kaki yang mambuat kami mengendorkan pedal gas.
Intinya, Brio mampu memberikan kejutan dari performanya meski hanya sejenak. Bukan hanya itu, saat menempuh perjalanan dengan beragam pola berkendara kami mencatat angka konsumsi 15,6 km/l, sedangkan saat konstan 100 km/jam ia mampu meyentuh hingga 20,8. Bagi pengendaranya tak perlu khawatir mencari posisi mengemudi yang efesien, karena Brio telah dilengkapi dengan indikator ECO yang menyala untuk mengindikasikan berkendara ekonomis.


0

Honda Brio E 1.2 A/T - Si Mungil Lincah

Posted: 28 May 2014 Viewed 634 times
BosMobil - Memiliki dimensi mungil baik dari desain maupun mesin sebagai city car seakan sudah menjadi keharusan, tapi bagaimana bila dimensi mungil serta kapasitas mesin yang kecil itu dituntut menghasilkan tenaga yang berlimpah ditambah lagi dengan kelapangan yang menghasilkan kenyamanan untuk penggunanya .... Hmm, hal ini pun dijawab langsung oleh New Honda Brio E 1.2 A/T.
Dilahirkan untuk memenuhi para penggunanya yang sebagian banyak beraktivitas di Ibu Kota baik sebagai pekerja kantoran maupun lifestyle anak muda, Brio 1.2 A/T datang dengan desain serupa dengan anggota keluarga lainnya seperti, Brio 1.3 maupun Brio Satya. Bedanya ia sudah dilengkapi dengan garnis chrome di sektor belakang juga rear wiper, selebihnya tetap sama dari sektor eksterior.
Lanjut ke interior, lagi-lagi hampir tak ada perbedaan. Tampilan mungil seakan terpatahkan saat duduk di balik kemudinya, rancangan desain yang apik membuat visibilitas depan sangat baik, sedangkan kenyamanan sudah dirasakan dari kelapangan ruang kaki dan kepala di baris depan yang dikolaborasikan melalui jok bertemakan semi bucket dengan head rest yang menyatu.
Masih sama dengan kasus sebelumnya, di baris ke-2 ruang kaki sedikit tak bersahabat bagi seukuran tubuh orang dewasa bila terlalu lama berada di dalam. Kecil-kecil cabe rawit, hal ini yang redaksi rasakan ketika mengajak Brio 1.2 E A/T ini sedikit jalan-jalan di dalam kota maupun menempuh perjalanan ke Bogor.
Dibekali mesin yang turun satu peringkat dari sebelumnya, 1.2 SOHC 4 silinder i-VTEC Brio memberikan kesan pertama yang mengagetkan dengan agresifnya respon di putaran bawah. Dari hasil data tertulis, Honda mengklaim Brio memiliki tenaga sebesar 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi 109 Nm pada 4.500 rpm, dan hasilnya sudah terasa sejak putaran bawah.
Makin mengasyikan lagi dengan transmisi otomatisnya yang disokong teknologi shift hold control, grade logic control juga sistem drive by wire yang menjamin mampu mengatur tenaga ditiap perpindahan giginya. Sedikit bermanuver dikemacetan Jakarta, tubuh mungilnya sangat menguntungkan kala meliuk-meliuk menyalib beberapa kendaraan, hal ini juga berkat dukungan kemudi beserta fitur electric power steering yang membuatnya smooth saat handling. Mulai dari Sunter - Kemayoran - Senayan hingga Cibubur menerjang kemacetan di jalur-jalur rawan, konsumsi yang didapatkan redaksi menyentuh angka 13,2 km/l dengan catatan berkemudi normal dan 2 orang penumpang tanpa barang.
Ingin merasakan performanya, Tol Jagorawi menjadi arena pengujian redaksi memacu tenaga yang ada pada Brio 1.2 A/T ini. Tanpa panjang lebar pedal gas langsung dibejek, serentak aliran tenaga langsung menyuplai ke kaki-kaki yang membuat si mungil ini melesat cepat. Putaran mesin lebih keluar kala perseneling di turunkan pada posisi S dibarengin dengan gemuruh dari balik kap mesin yang mulai masuk keruang kabin saat bermain di rpm 3.000 juga getaran pada kaki-kaki yang mambuat kami mengendorkan pedal gas.
Intinya, Brio mampu memberikan kejutan dari performanya meski hanya sejenak. Bukan hanya itu, saat menempuh perjalanan dengan beragam pola berkendara kami mencatat angka konsumsi 15,6 km/l, sedangkan saat konstan 100 km/jam ia mampu meyentuh hingga 20,8. Bagi pengendaranya tak perlu khawatir mencari posisi mengemudi yang efesien, karena Brio telah dilengkapi dengan indikator ECO yang menyala untuk mengindikasikan berkendara ekonomis.


0

Honda Brio E 1.2 A/T - Si Mungil Lincah

Posted: 28 May 2014 Viewed 634 times
BosMobil - Memiliki dimensi mungil baik dari desain maupun mesin sebagai city car seakan sudah menjadi keharusan, tapi bagaimana bila dimensi mungil serta kapasitas mesin yang kecil itu dituntut menghasilkan tenaga yang berlimpah ditambah lagi dengan kelapangan yang menghasilkan kenyamanan untuk penggunanya .... Hmm, hal ini pun dijawab langsung oleh New Honda Brio E 1.2 A/T.
Dilahirkan untuk memenuhi para penggunanya yang sebagian banyak beraktivitas di Ibu Kota baik sebagai pekerja kantoran maupun lifestyle anak muda, Brio 1.2 A/T datang dengan desain serupa dengan anggota keluarga lainnya seperti, Brio 1.3 maupun Brio Satya. Bedanya ia sudah dilengkapi dengan garnis chrome di sektor belakang juga rear wiper, selebihnya tetap sama dari sektor eksterior.
Lanjut ke interior, lagi-lagi hampir tak ada perbedaan. Tampilan mungil seakan terpatahkan saat duduk di balik kemudinya, rancangan desain yang apik membuat visibilitas depan sangat baik, sedangkan kenyamanan sudah dirasakan dari kelapangan ruang kaki dan kepala di baris depan yang dikolaborasikan melalui jok bertemakan semi bucket dengan head rest yang menyatu.
Masih sama dengan kasus sebelumnya, di baris ke-2 ruang kaki sedikit tak bersahabat bagi seukuran tubuh orang dewasa bila terlalu lama berada di dalam. Kecil-kecil cabe rawit, hal ini yang redaksi rasakan ketika mengajak Brio 1.2 E A/T ini sedikit jalan-jalan di dalam kota maupun menempuh perjalanan ke Bogor.
Dibekali mesin yang turun satu peringkat dari sebelumnya, 1.2 SOHC 4 silinder i-VTEC Brio memberikan kesan pertama yang mengagetkan dengan agresifnya respon di putaran bawah. Dari hasil data tertulis, Honda mengklaim Brio memiliki tenaga sebesar 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi 109 Nm pada 4.500 rpm, dan hasilnya sudah terasa sejak putaran bawah.
Makin mengasyikan lagi dengan transmisi otomatisnya yang disokong teknologi shift hold control, grade logic control juga sistem drive by wire yang menjamin mampu mengatur tenaga ditiap perpindahan giginya. Sedikit bermanuver dikemacetan Jakarta, tubuh mungilnya sangat menguntungkan kala meliuk-meliuk menyalib beberapa kendaraan, hal ini juga berkat dukungan kemudi beserta fitur electric power steering yang membuatnya smooth saat handling. Mulai dari Sunter - Kemayoran - Senayan hingga Cibubur menerjang kemacetan di jalur-jalur rawan, konsumsi yang didapatkan redaksi menyentuh angka 13,2 km/l dengan catatan berkemudi normal dan 2 orang penumpang tanpa barang.
Ingin merasakan performanya, Tol Jagorawi menjadi arena pengujian redaksi memacu tenaga yang ada pada Brio 1.2 A/T ini. Tanpa panjang lebar pedal gas langsung dibejek, serentak aliran tenaga langsung menyuplai ke kaki-kaki yang membuat si mungil ini melesat cepat. Putaran mesin lebih keluar kala perseneling di turunkan pada posisi S dibarengin dengan gemuruh dari balik kap mesin yang mulai masuk keruang kabin saat bermain di rpm 3.000 juga getaran pada kaki-kaki yang mambuat kami mengendorkan pedal gas.
Intinya, Brio mampu memberikan kejutan dari performanya meski hanya sejenak. Bukan hanya itu, saat menempuh perjalanan dengan beragam pola berkendara kami mencatat angka konsumsi 15,6 km/l, sedangkan saat konstan 100 km/jam ia mampu meyentuh hingga 20,8. Bagi pengendaranya tak perlu khawatir mencari posisi mengemudi yang efesien, karena Brio telah dilengkapi dengan indikator ECO yang menyala untuk mengindikasikan berkendara ekonomis.